NEWS

Apa Itu Structural Health Monitoring System?

Apa Itu Structural Health Monitoring System?

2016-10-24 08:37:59

Testindo.com - Pada artikel hari ini testindo akan membahas mengenai Structured Health Monitoring System (SHMS), bagi industri sipil atau konstruksi sudah tidak asing dengan (SHMS), karna (SHMS) adalah proses menilai keadaan kesehatan (misalnya, kerusakan) dari struktur/kontruksi dengan menggunakan  instrumen.
 

Tujuan dari SHMS adalah untuk meningkatkan keamanan dan kehandalan sistem infrastruktur dengan mendeteksi kerusakan sebelum mencapai keadaan kritis dan memungkinkan penilaian pasca-acara yang pesatnya.
 

Manfaat dari Structured Health Monitoring System (SHMS) diantaranya adalah dapat mendeteksi secara dini jika terjadi masalah atau kerusakan pada struktur bangunan/ kontruksi, selain itu dengan mendeteksi dini masalah yang akan terjadi, akan mencegah terjadinya kerusakan fatal, seperti runtuhnya jembatan,  amblesnya pondasi gedung/ bangunan, rusaknya struktur bangunan dan masih banyak lagi masalah yang akan terjadi.
 

Tentunya jika dilihat dari dampak yang luas akan merugikan banyak hal seperti dapat mengancam keselamatan manusia dan dapat mempengaruhi sektor ekonomi.
 

Aktivitas (SHMS) dilakukan oleh para ahli struktur atau konstruksi dengan menggunakan instrument pengukuran, para ahli struktur atau konstruksi membutuhkan data – data pengukuran untuk dijadikan pertimbangan mengenai kondisi dari suatu struktur bangunan.
 

Dan terkait dengan SHMS, Testindo sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pengujian dan pengukuran mampu membantu para ahli konstrusi dan bangunan untuk mendapatkan data – data pengukuran.
 

Aktivitas SHMS yang dilakukan oleh tim engineering testindo menggunakan instrument monitoring dengan brand TMR Instrument, instrument monitoring ini dirancang sendiri oleh tim engineering testindo sesuai kebutuhan client serta melihat juga kebutuhan objek yang akan dimonitoring.

 

Aktivitas SHMS Jembatan Kutai

 

Untuk mendukung aktivitas monitoring TMR Instrument dibantu oleh sensor, pada posisi ini sensor berfungsi sebagai instrument yang mendeteksi suatu parameter yang ada. Contoh jika suatu konstruksi jembatan ingin dipantau dari sisi kemiringan jembatan, maka akan digunakan sensor kemiringan yang akan dihubungkan dengan TMR Instrument.
 

Sensor kemiringan tersebut akan membaca kemiringan jembatan yang nantinya data tersebut akan diolah oleh TMR Instrument dan akan ditampilkan di PC atau laptop untuk di analisa menjadi data pengukuran.

 

 

Kembali pada topik Structured Health Monitoring System, aktivitas (SHMS) dapat di aplikasikan pada berbagai aplikasi yang berhubungan dengan struktur seperti jembatan, bendungan, jalan raya, gedung, pipa industri dan aplikasi konstruksi lainya.
 

Demikian artikel dari kami hari ini semoga dapat bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui tentang Structured Health Monitoring System.