Loading Test tidak hanya untuk jembatan seperti flyover dan jembatan gantung tapi juga bisa dilakukan di jembatan rel kereta api yang membentang melintasi sungai ataupun bukit. Salah satu tujuannya untuk mengukur perilaku struktur (defleksi, getaran dan tegangan) secara aktual, sehingga bisa ditentukan apakah jembatan masih bisa terus digunakan, perlu ditambah perkuatan atau perlu diperbaiki.

Testindo mendapat kesempatan melakukan Loading Test Jembatan Kereta Api Krueng Mane dan Blang Keude yang terletak di Lhoksumawe, Aceh Utara. Namun, sebelum masuk ke tahapan loading test ada beberapa tahapan awal yang dilakukan yaitu inspeksi visual, pengujian NDT (hardness test, ultrasonic test, bolt torque test, dye penetrant test, liquid test dan lainnya).

Setelah tahap awal dilakukan, selanjutnya masuk ke dalam tahap pengujian loading test.

Pengukuran Verticality dan Leveling

Pengujian Verticality dan Leveling bertujuan untuk mengetahui kemiringan bangunan jika ditinjau dari sisi-sisi bangunan secara vertikal. Sehingga dapat diketahui kecondongan atau kemiringan gedung tersebut secara vertikal.

 

pemasangan sensor loading test

Pemasangan sensor (accelerometer, lvdt, strain gauge, termocouple, data logger dan waterpass) di beberapa titik jembatan yang sudah ditentukan.

 

pelaksanaan loading test

Tahap pelaksanaan loading test dengan memasukan karung berisi pasir di dalam kereta untuk pembebanan. Kemudian dilakukan pengujian static dan dynamic loading test dalam beberapa tahap sesuai dengan ketentuan.

 

Selain jembatan kereta api, Testindo juga melayani jasa loading test untuk berbagai jenis bangunan seperti gedung, jembatan penghubung antar provinsi, jembatan layang dan lainnya. Jika Anda membutuhkan layanan loading test ini, silakan hubungi kami untuk konsultasi :

Chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website ini