pondasi bangunan

Testindo Struktur pondasi berperan untuk menahan dan menyalurkan beban di seluruh bagian bangunan ke lapisan permukaan tanah. Nah, apa yang terjadi jika kestabilan pondasi bangunan terganggua? Sekuat apa pun material dinding dan atap, semuanya tidak akan berarti jika pondasinya tidak stabil.

Lalu, apa saja yang bisa mengganggu kestabilan pondasi? Apakah hanya soal tanah? Atau ada faktor lain yang juga berperan?

5 Hal yang Mempengaruhi Kestabilan Pondasi Bangunan

1. Jenis dan Kondisi Tanah

Tanah adalah tempat pemancangan pondasi, itulah mengapa kondisi tanah sangat menentukan stabil atau tidaknya pondasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan titik tanah pondasi :

  • Jenis tanah (liat, pasir, lempung, gambut, dll) punya daya dukung berbeda.
  • Kadar air yang tinggi bisa membuat tanah menjadi lunak dan tidak stabil.
  • Kepadatan tanah juga memengaruhi kekuatan pondasi menahan beban bangunan.

Kondisi tanah yang tidak sesuai dengan bentuk atau jenis pondasi bisa membuat kondisi pondasi miring atau mengalmai pergeseran nantinya. Itulah mengapa perlu dilakukan analisa tanah dengan melakukan pengujian sondir, boring, monitoring inclinometer dan piezometer, dengan begitu bisa diketahui jenis pondasi yang tepat untuk dipasang.

2. Desain Pondasi yang Kurang Tepat

Bentuk pondasi yang digunakan untuk pembangunan konstruksi ada dua macam yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Dalam memilih jenis pondasi harus disesuaikan dengan:

  • Jenis bangunan
  • Berat beban struktur
  • Karakteristik tanah

Kalau desainnya tidak sesuai, bisa menyebabkan keretakan atau bahkan kegagalan struktur.

Contoh: Bangunan bertingkat tinggi seharusnya memakai pondasi dalam seperti tiang pancang, bukan pondasi dangkal.

3. Drainase atau Sistem Pembuangan Air

Air tanah atau genangan air yang dibiarkan bisa menyebabkan tanah menjadi jenuh dan lunak. Ini bisa menyebabkan pondasi “turun” atau mengalami penurunan tidak merata (differential settlement). Tidak ada saluran air di sekitar pondasi menyebabkan genangan dan menurunkan daya dukung tanah.

Baca Juga :  Mengenal Integritas Struktural Dalam Dunia Konstruksi

4. Kualitas Material Konstruksi

Material seperti beton, baja tulangan, dan batu belah harus sesuai standar mutu. Jika kualitasnya rendah atau buruk maka akan timbul masalah seperti :

  • Pondasi bisa retak
  • Masapakai pondasi menjadi pendek
  • Tidak tahan terhadap gaya tekan atau tarik

5. Beban Bangunan yang Berubah atau Bertambah

Kadang bangunan direnovasi atau ditambah lantai tanpa mengevaluasi kapasitas pondasi yang lama. Ini bisa menyebabkan pondasi tidak mampu menahan beban baru.

Jika pondasi tidak stabil, maka efeknya bisa sangat serius, mulai dari retakan kecil pada dinding bahkan sampai bangunan ambruk. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan kelima faktor di atas sejak tahap perencanaan.

Supaya pondasi stabil, kokoh dan kuat perlu dilakukan pengujian pondasi bangunan seperti loading test, Pile Driving Analyzer (PDA), Crosshole Sonic Logging Test (CSL Test), Pile Integrity Test (PIT) dan lainnya.

Sebagai perusahaan monitoring & testing, Testindo menyediakan layanan pengujian pondasi mulai dari Jasa PDA, Jasa PIT, Jasa CSL, hammer test betondan lainnya. Informasi terkait layanan pengujian dan konsultasi, silahkan hubungi kami :

Chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website ini