musala ambruk

Musala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9) sore. Peristiwa tragis ini terjadi ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Hingga Selasa (30/9) pagi, jumlah korban jiwa tercatat tiga orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di beberapa rumah sakit sekitar Sidoarjo.

Runtuh Saat Salat Berlangsung

Sejumlah saksi mata yang merupakan santri ponpes mengaku panik saat kejadian. Wahid, salah satu santri yang selamat, menceritakan momen mengerikan ketika bangunan musala tiba-tiba runtuh.

“Masuk rakaat kedua bagian ujung musala ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” kata Wahid saat ditemui di lokasi.

Kesaksian serupa datang dari Muhammad Rijalul Qoib (13). Ia mengaku sempat mendengar suara material retak dari bagian atas musala sesaat sebelum bangunan ambruk. “Dengar suara seperti material jatuh retak-retak, tambah lama tambah keras, akhirnya jatuh,” tuturnya.

Bangunan musala tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan. Lantai tiga baru saja melalui proses pengecoran akhir, namun nahas, penopang bangunan tidak mampu menahan beban.

Evakuasi Panik, Belasan Ambulans Dikerahkan

Setelah musala runtuh, suasana pondok langsung berubah mencekam. Tim SAR bersama aparat kepolisian dan TNI diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Belasan ambulans juga dikerahkan guna membawa para korban ke rumah sakit terdekat.

Para korban luka kini tersebar di RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Data terakhir menyebutkan total ada 98 santri yang menjadi korban, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.

Pengasuh Ponpes Minta Maaf

Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyampaikan permohonan maafnya atas tragedi ini. Ia mengaku sangat terpukul dan berharap para korban serta keluarga diberikan kekuatan.

Baca Juga :  Banyak Kasus Bangunan Ambruk, Lakukan 5 Hal Ini Agar Struktur Bangunan Tetap Kokoh dan Aman

“Ya, saya kira ini takdir dari Allah. Jadi semuanya harus bisa bersabar. Mudah-mudahan diberi ganti oleh Allah yang lebih baik,” ujarnya dengan nada haru.

Mujib juga menegaskan bahwa pihaknya siap membantu penanganan para santri yang menjadi korban.

Diduga Karena Penopang Cor Tidak Kuat

Dari hasil pemeriksaan awal, runtuhnya bangunan diduga disebabkan lemahnya penopang cor lantai tiga. “Sepertinya penopang cor itu tidak kuat. Saat itu sedang pengecoran terakhir di bagian atas. Jadi tidak kuat menahan beban,” jelas Mujib.

Ia menyebut pembangunan musala tersebut sudah berjalan sekitar sembilan hingga sepuluh bulan. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Tak Kantongi IMB

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang datang meninjau lokasi, menyayangkan fakta bahwa bangunan musala tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata enggak ada. Konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh,” kata Subandi.

Menurutnya, banyak pesantren yang mendahulukan pembangunan tanpa mengurus izin resmi terlebih dahulu. Padahal, IMB penting untuk memastikan konstruksi sesuai standar keamanan. “Seharusnya izin ini diurus sejak awal, bukan setelah bangunan selesai,” tegasnya.

Jumlah Korban Bertambah

Hingga Selasa (30/9) pagi, dua santri tambahan dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius. Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Dengan demikian, total korban jiwa mencapai tiga orang.

Pemerintah daerah bersama aparat berwenang berjanji akan mendalami penyebab insiden ini, termasuk mengevaluasi proses pembangunan dan kelengkapan izin. Sementara itu, keluarga besar Ponpes Al Khoziny tengah berduka, berharap peristiwa memilukan ini menjadi pelajaran agar standar keselamatan dalam pembangunan sarana ibadah dan pendidikan lebih diperhatikan ke depannya.

 

SUMBER:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250930082007-20-1279112/fakta-fakta-musala-ambruk-ponpes-di-sidoarjo-penyebab-hingga-korban

https://news.detik.com/berita/d-8137130/update-bangunan-ponpes-di-sidoarjo-ambruk-korban-tewas-tambah-jadi-3-orang