Ada banyak cara untuk cek kualitas udara di suatu tempat atau wilayah, bisa lewat aplikasi dan website resmi, menggunakan alat pengukur kualitas udara, hingga pemantauan sederhana melalui panca indera kita.
Dengan metode ini, kita bisa mengetahui apakah udara yang kita hirup sehat atau justru sudah tercemar.
Testindo – Udara yang setiap hari kita harup ternyata belum tentu bersih. Ada banyak partikel debu, asap kendaraan, hingga zat berbahaya yang tidak terlihat oleh mata dan tanpa sengaja terhirup ke dalam tubuh. Sangat penting untuk mengetahuicara mengecek kualitas udara, agar pada saat kualitas udara memburuk, masyarakat bisa mengambil tindakan seperti menggunakan masker, menyalakan air purifier di rumah, atau bahkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi sedang tinggi.
Lalu, bagaimana cara cek kualitas udara sedang tercemar atau tidak ?
1. Menggunakan Aplikasi atau Website Resmi

Cara yang paling mudah dan praktis yaitu dengan mengecek lewat aplikasi atau website yang menyediakan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). ISPU adalah angka yang menunjukkan kualitas udara dalam kategori tertentu, mulai dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.
Beberapa aplikasi informasi ISPU yang cukup sering digunakan antara lain:
- IQAir
- Nafas Indonesia
- AirVisual
- Situs resmi ISPU KLHK
Anda cukup mengetik nama kota atau lokasi, lalu aplikasi akan menampilkan kualitas udara secara real-time. Dengan cara ini, masyarakat bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai.
2. Memakai Alat Pengukur Kualitas Udara Portable

Jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda bisa menggunakan alat monitoring kualitas portable. Alat ini digunakan untuk memantau kualitas udara di dalam ruangan seperti gedung sekolah, kampus, mall, hotel dan lainnya. Biasanya setiap parameter yang diukur berbeda-beda alatnya.
Alat ini dapat mendeteksi berbagai parameter kualitas udara seperti:
- Partikel debu halus (PM2.5 dan PM10)
- Gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO₂) dan karbon monoksida (CO)
- Suhu dan kelembaban udara
Hasil pengukuran atau monitoring akan terlihat melalui layar led yang terpasang pada alat tersebut. Nantinya akan keluar nilai pengukuran untuk setiap paramater yang dipantau.
3. Memasang Air Quality Monitoring System

Bagi Anda yang bergerak di sektor industri dan pengelolaan lingkungan yang membutuhkan pemantauan lebih luas, misalnya di kawasan industri, perkotaan, area pertambangan, pelabuhan dan bandara, maka Air Quality Monitoring System bisa menjadi solusi.
Parameter yang diukur oleh Air Quality Monitoring System (AQMS) ini sangat banyak dan detail, diantaranya :
- SO2, NO – Berasal dari industri dan kendaraan.
- CO – Gas beracun umum yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. (Pembangkit listrik termal, pembakaran dll.)
- PM10 – Berasal dari tempat pembangunan, pembuangan sampah, pertanian, kebakaran hutan, debu, serbuk sari, dan fragmen bakteri.
- PM 2.5 – Berasal dari garam laut, debu, abu vulkanik, pembakaran bensin, minyak, bahan bakar, dan kayu
- Ozon – Lebih serius dari PM2.5 atau NOx bila terlampaui. Sebagai oksidan kuat, Ozon akan mengoksidasi SO2, NO atau VOC menjadi partikulat, 85% polusi foto-kimia disebabkan oleh kelebihan Ozon.
- Heavy Metal (Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Arsen (As), Nikel (Ni), Kromium (Cr))
- H₂S (Hidrogen Sulfida) – Sumbernya dari industri minyak dan gas (khususnya kilang minyak) serta Instalasi pengolahan air limbah
- NH₃ (Amonia)
- HF (Hidrogen Fluorida)
- Methane (CH₄) dan Non-Methane Hydrocarbons (NMHC)
- BTX (Benzene, Toluene, Xylene)
4. Pemantauan Sederhana Tanpa Alat (Tidak Akurat, tapi Bisa Jadi Petunjuk)

Jika Anda tidak punya alat ukur kualitas udara sama sekali, masih ada cara sederhana untuk mengetahui indikasi kualitas udara, walupun hasilnya tidak seakurat pengukuran ilmiah. Beberapa tanda yang bisa diperhatikan adalah:
Langit terlihat berkabut atau berwarna abu-abu → bisa jadi polusi udara sedang tinggi.
Bau menyengat dari asap kendaraan atau pembakaran sampah → pertanda adanya pencemar di udara.
Gejala fisik seperti sesak napas, mata perih, atau batuk → bisa menandakan kualitas udara sedang buruk.
Meskipun cara ini tidak bisa dijadikan acuan resmi, paling tidak bisa menjadi sedikit petunjuk bahwa Anda perlu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
Pentingnya Mengecek Kualitas Udara
Cek kualitas udara menjadi langkah preventif untuk menjaga kesehatan dan lingkungan. Polusi udara telah terbukti menjadi salah satu penyebab utama penyakit pernapasan, jantung, hingga penurunan daya tahan tubuh. Dengan rutin memantau kualitas udara, Anda bisa lebih siap melindungi diri, misalnya dengan memakai masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, atau menyalakan air purifier di dalam rumah.
Dengan mengetahui kondisi udara, Anda bisa menjaga kesehatan lebih baik, mengatur aktivitas dengan bijak, dan ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Testindo sebagai perusahaan monitoring solution menyediakan layanan pemasangan Air Quality Monitoring System (AQMS) di ruang terbuka seperti perkotaan, kawasan industri, area pertambangan, bandara, pelabuhan dan tempat lainnya.
Ada berbagai jenis AQMS yang kami sediakan, seperti Station AQMS, Traffic AQMS dan Mobile AQMS. Silahkan pilih sesuai kebutuhan monitoring Anda. Informasi pemesanan silahkan hubungi kami :
Chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website ini
