pengujian pada jembatan pasca bencana

Testindo Ketika sebuah jembatan masih berdiri setelah bencana besar seperti gempa bumi atau banjir, bukan berarti jembatan tersebut bisa langsung dianggap aman. Bisa saja terdapat kerusakan struktural yang tidak terlihat secara kasat mata (invisible damage), namun dapat memicu keruntuhan mendadak ketika jembatan mulai dibebani kendaraan.

Oleh karena itu, diperlukan serangkaian pemeriksaan dan juga pengujian untuk memastikan jembatan benar-benar aman sebelum difungsikan kembali.

1. Tahap Pemeriksaan Awal (Rapid Visual Screening)

Langkah pertama dilakukan oleh otoritas terkait atau pemerintah daerah yaitu melakukan inspeksi visual cepat untuk mengidentifikasi kerusakan pada titik kritis bangunan.

Pasca gempa bumi, pemeriksaan difokuskan pada:

  • Retakan pada pilar atau pylon jembatan
  • Pergeseran pada expansion joint
  • Kemiringan atau deformasi pada struktur bawah

Pasca banjir, hal yang diperiksa meliputi:

  • Terjadinya scouring (penggerusan tanah di sekitar pondasi akibat arus air kuat)
  • Penumpukan sampah atau kayu yang menekan elemen struktur jembatan

2. Pemeriksaan Teknis Detail (Detail Inspection)

Apabila pada tahap awal ditemukan indikasi kerusakan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode dan peralatan khusus, antara lain:

Non-Destructive Testing (NDT)

waktu harus audit struktur bangunan

Menggunakan alat seperti Hammer Test atau Ultrasonic Flaw Detector (UFD) untuk mendeteksi retak atau cacat di dalam beton dan baja tanpa merusak struktur.

Uji Penurunan dan Pergeseran pondasi

Menggunakan alat survei seperti Total Station untuk mengetahui adanya penurunan atau pergeseran jembatan, meskipun hanya dalam skala milimeter.

Penyelidikan Tanah dan Monitoring Geoteknik

Pengujian tanah melalui metode Sondir atau Boring serta melakukan monitoring geoteknik (inclinometer, piezometer, dll) di sekitar pilar  jembatan untuk memastikan daya dukung tanah masih stabil setelah banjir atau akibat likuefaksi pasca gempa.

3. Analisis Kapasitas Struktur

Seluruh data hasil pemeriksaan detail kemudian dimasukkan ke dalam model analisis struktur berbasis komputer. Tujuannya adalah untuk menghitung ulang beban izin, sehingga dapat diketahui apakah jembatan masih mampu menahan beban sesuai desain awal atau telah mengalami penurunan kapasitas.

Baca Juga :  Mendeteksi Bencana Longsor dengan Instrumen Geoteknik

Kapan Jembatan Bisa Difungsikan Kembali?

Keputusan pembukaan jembatan sangat bergantung pada tingkat kerusakan yang ditemukan, sebagai berikut:

Kerusakan ringan (Retak rambut, lecet permukaan)

Jembatan dapat dibuka segera untuk semua jenis kendaraan setelah pembersihan puing.

Kerusakan sedang (Retak struktural kecil, pergeseran joint)

Jembatan dibuka secara terbatas, hanya untuk kendaraan ringan, dengan penerapan sistem buka-tutup.

Kerusakan berat (Fondasi tergerus, pilar miring, atau retak besar)

Jembatan harus ditutup total dan dilakukan perbaikan permanen atau pemasangan jembatan darurat seperti Jembatan Bailey.

Kriteria Utama Pembukaan Kembali Jembatan

Sebuah jembatan dapat dibuka kembali apabila:

  • Telah dinyatakan aman melalui sertifikat kelayakan atau laporan teknis dari ahli struktur
  • Pondasi dipastikan tidak menggantung dan kondisi scouring telah tertangani
  • Komponen penyambung seperti bearings dan expansion joints berfungsi normal
  • Tindakan Darurat Jika Jembatan Harus Segera Digunakan

Dalam kondisi darurat, misalnya sebagai satu-satunya akses distribusi bantuan, pemerintah biasanya melakukan:

  • Pemasangan Jembatan Bailey, yaitu struktur baja sementara yang dapat dirakit dengan cepat
  • Pembatasan tonase, melalui pemasangan rambu agar kendaraan berat tidak melintas hingga perbaikan permanen selesai

Baik struktur jembatan awal ataupun jembatan bailey perlu dilakukan loading test untuk memastikan jembatan tersebut aman dilewati berbagai jenis kendaraan. Selain itu, jika kondisi jembatan terpantau aman tapi masih perlu diamati, maka bisa dilakukan Structural Health Monitoring System (SHMS).

dynamic-loading-test

Testindo sebagai perusahaan monitoring solution menyediakan layanan loading test dan Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk berbagai jenis jembatan di seluruh Indonesia. Informasi pemesanan dan konsultasi silahkan hubungi kami melalui :

Bisa juga chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website ini