weigh-in-motionWeigh in motion (WIM) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk melakukan pengukuran beban kendaraan dalam kondisi kendaraan bergerak. Teknologi Weigh in motion (WIM) ini merupakan upgrade terbaru dari metode pengukuran beban kendaraan yang selama ini dilakukan secara statis, dimana pengukuran dilakukan ketika kendaraan dalam keadaan berhenti. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data terkait beban kendaraan yang terdiri dari beban gandar (axle weight), beban total (gross weight), jarak antar gandar (axle spacing), klasifikasi kendaraan dan kecepatan kendaraan.

Sensor – Sensor yang digunakan dalam sistem Weigh In Motion

 

Sensor yang digunakan dalam sistem Weigh in motion terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari banyaknya teknologi sensor yang berkembang, ada beberapa jenis sensor dasar atau basic sensor yang sering digunakan pada sistem WIM. Teknologi sensor dasar atau basic sensor tersebut terdiri dari strain gauge, load cell dan piezoelectric.

  • Strain gauge

Strain gauge merupakan komponen atau sensor yang digunakan untuk mengukur tekanan (deformasi atau strain). Alat ini berbentuk foil logam atau kawat logam bersifat insulatif yang ditempelkan pada benda yang akan diukur tekanan dan pembebanannya. Prinsip alat ini adalah jika tekanan pada benda berubah, maka foil atau kawat akan terdeformasi, dan tahanan listrik alat ini akan berubah.

  • Load Cell

Load Cell merupakan sensor yang dirancang untuk mendeteksi tekanan atau berat sebuah beban. Sensor load cell umumnya digunakan sebagai komponen utama pada sistem timbangan digital. Contoh lainnya diaplikasikan pada jembatan timbangan yang berfungsi untuk menimbang berat dari truk pengangkut bahan baku. Pengukuran yang dilakukan oleh load cell menggunakan prinsip tekanan.

Sistem WIM dengan load cell menggunakan sebuah pelat yang dilengkapi dengan load cell. Ketika kendaraan bergerak melintasi pelat, sistem akan merekam data beban dinamik yang bekerja pada load cell. Jenis sensor load cell yang dapat digunakan dengan sistem WIM berupa stainless steel compression cell maupun hydraulic load cell dengan kapasitas sangat besar. Seperti pada gambar di atas dibutuhkannya strain gauge pada sensor load cell untuk melakukan pengukuran.

  • Piezoelectric

Sensor piezoelektrik adalah alat serbaguna untuk pengukuran berbagai proses. Sensor digunakan untuk jaminan kualitas, kontrol proses, dan untuk penelitian dan pengembangan di banyak industri. Pierre Curie menemukan efek piezoelektrik pada tahun 1880, tetapi hanya pada 1950-an produsen mulai menggunakan efek piezoelektrik dalam aplikasi penginderaan industri. Sejak itu, prinsip pengukuran ini semakin banyak digunakan, dan telah menjadi teknologi yang matang dengan keandalan bawaan yang sangat baik.

Sensor piezoelektrik adalah perangkat yang menggunakan efek piezoelektrik untuk mengukur potensial listrik yang disebabkan oleh penerapan gaya mekanik pada bahan piezoelektrik. Mereka didasarkan pada prinsip konversi energi elektromekanis dan terutama mengukur gaya, serta besaran lain seperti tekanan, percepatan, suhu, regangan dengan mengubah data yang diperoleh menjadi muatan listrik.

Sistem WIM dengan teknologi sensor piezoelectric adalah yang paling banyak digunakan untuk keperluan pengambilan data. Sistem sensor piezoelectric  pada dasarnya terdiri dari kawat tembaga, diselubungi oleh material piezoelectric, dan dibungkus lagi dengan tembaga yang memiliki sifat konduktor.

Sensor ini dipasang pada perkerasan jalan dan beban kendaraan yang diterima sensor adalah yang ditransfer lewat perkerasan jalan. Dalam hal ini, karakter perkerasan juga mempengaruhi sinyal output dari sensor. Dengan menghitung dan menganalisis arus yang diproduksi, sensor dapat digunakan untuk menghitung berat dari roda yang melintas atau gabungan gandar dari kendaraan. Saat ini sudah diproduksi banyak variasi sensor piezoelectric dari bentuk, ukuran, pengemasan sensor, dan sebagainya, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, pemasangan yang lebih mudah, dan jangka waktu pemakaian yang lebih lama.

Untuk keperluan pengumpulan data yang lebih lengkap, pada dasarnya sensor WIM dipasang dengan kelengkapan dua putaran induktif (loop) dan dua sensor pada setiap lajur yang dipantau. Selain itu CCTV juga dipasang di sisi jalan guna pemantauan lebih lanjut.

Kenapa Weigh In Motion Perlu Diterapkan?

  1. Sebagai solusi perawatan jalan/jembatan 

    Penerapan sistem weigh in motion pada jembatan atau jalan juga dapat menjadi salah satu solusi dalam merawat jembatan atau jalan. Karena banyak kendaraan yang memuat barang secara berlebihan dapat mengakibatkan rusaknya jalan atau mengganggu konstruksi jembatan.

Dengan adanya sistem ini dapat diketahui dimensi serta berat kendaraan yang melewati jalan atau jembatan. Sehingga dapat dibuatkan standar jenis serta berat kendaraan yang diperbolehkan untuk melewati jalan atau jembatan tertentu.

  1. Menghindari potensi kecelakaan
    Fungsi lainya dari sistem weigh in motion adalah untuk mencegah kecelakaan pada kendaraan yang membawa muatan yang berat. Seperti banyak kasus yang terjadi pada kendaraan berat yang mengalami rem blong karena kelebihan muatan. Untuk itu dengan adanya sistem WIM ini berat kendaraan serta dimensi kendaraan dapat diketahui dan jika kendaraan berat melebihi kapasitas yang sudah diatur dapat diketahui melalui data yang terekam melalui kamera cctv.

Testindo Solusi Membangun Sistem Weigh In Motion

Untuk membangun sistem weigh in motion, anda memerlukan partner berpengalaman untuk itu Testindo adalah solusi terpercaya dalam membangun sistem wim. Testindo bergerak di bidang engineering yang dapat membantu anda  dalam membangun sistem WIM. Informasi lebih lanjut tentang produk ini silahkan hubungi kami di +62 813-9929-1909.