Perbedaan Alat Rebar Scanner dengan Ultrasonic Concrete Tomography

Testindo Ultrasonic concrete tomography menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi keropos, rongga, dan keretakan struktur di dalam beton. Sebaliknya, rebar scan memanfaatkan medan elektromagnetik khusus untuk memetakan posisi, diameter, dan kedalaman besi tulangan. Singkatnya, tomography digunakan untuk mengecek kualitas dan cacat internal beton, sedangkan rebar scan digunakan untuk menghindari besi saat pengeboran.

Baik itu ultrasonic concrete tomography ataupun rebar scan, keduanya menjadi alat penting yang digunakan untuk memeriksa kondisi struktur atau audit struktur bangunan. Beton (concrete) adalah lapisan atau “daging”-nya, sedangkan tulangan (rebar) adalah bagian dalam atau “tulang”-nya. Kedua alat ini dipakai untuk “melihat” ke dalam beton dan juga bagian tulangannya tanpa harus menghancurkannya (Non-Destructive Testing/NDT).

Perbedaan Ultrasonic Concrete Tomography dan Rebar Scanner

Penggunaan Ultrasonic Concrete Tomography (UCT) dan Rebar Scan penting dilakukan untuk penjaminan mutu (Quality Assurance), audit struktural (Structural Assessment), dan manajemen risiko kegagalan struktur. Lalu, apa yang membedakannya ?

1. Ultrasonic Concrete Tomography (UCT)

jasa-ultrasonic-concrete-tomograph

Alat ini menggunakan gelombang suara ultrasonik berfrekuensi tinggi untuk memetakan bagian dalam beton.

Cara Kerja: Alat ini memancarkan gelombang suara ke dalam beton. Ketika gelombang tersebut menabrak sesuatu yang densitasnya berbeda (seperti retakan, rongga udara, atau ujung beton), gelombang akan memantul kembali. Komputer kemudian mengolah pantulan ini menjadi gambar visual 2D atau 3D.

Fungsi Utama:

  • Mendeteksi cacat internal seperti keropos (honeycombing), rongga (voids), dan retakan di dalam beton.
  • Mengukur tebal ketebalan elemen beton (misal: dinding terowongan atau fondasi yang hanya bisa diakses satu sisi).
  • Mengecek kualitas dan homogenitas kepadatan beton.

Kelebihan alat ini yaitu bisa mendeteksi benda padat non-metal, rongga udara, dan cacat struktur yang dalam.

2. Rebar Scan (Profometer / Ferroscan)

jasa-rebar-scanner

Alat ini dirancang khusus untuk mendeteksi material logam di dalam beton menggunakan prinsip induksi elektromagnetik.

Cara Kerja: Alat ini menciptakan medan magnet. Ketika alat dilewatkan di atas permukaan beton dan di dalamnya ada besi tulangan (rebar), medan magnet tersebut akan terganggu. Gangguan inilah yang dibaca oleh alat.

Fungsi Utama:

  • Menemukan posisi dan arah besi tulangan di dalam beton.
  • Mengukur jarak selimut beton (concrete cover), yaitu ketebalan beton yang melindungi besi dari luar.
  • Mengestimasi diameter besi tulangan tanpa perlu membongkar beton.

Kelebihan alat ini yaitu sangat cepat, akurat untuk mencari besi, mudah digunakan, dan esensial sebelum melakukan pengeboran agar tidak mengenai besi struktur.

Kesimpulannya, jika Anda sekedar ingin mengetahui “Di mana posisi besi tulangan supaya pas ngebor nggak kena besi?”, pakailah Rebar Scan. Tapi jika Anda ingin mengetahui “Kenapa beton bangunan ini retak? Apakah beton di dalamnya keropos?”, maka wajib pakai Ultrasonic Concrete Tomography.

Layanan Audit Struktur Menggunakan Ultrasonic Concrete Tomography dan Rebar Scanner

perbandingan ultrasonic concrete tomography dan rebar scan

Testindo sebagai perusahaan monitoring solution & engineering services, menyediakan layanan assessment dan audit struktur bangunan yang juga menggunakan kedua alat tersebut. Selain itu, bagi Anda yang hanya ingin membeli rebar scanner dan ultrasonic concrete tomography ini, kami juga menyediakannya. Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi kami dengan menekan tombol whatsapp di bawah ini :

Bisa juga dengan menekan tombol live chat di pojok kanan website ini