5 penyebab polusi udara di jakarta

Testindo Polusi udara menjadi masalah lingkungan yang serius karena mempengaruhi kualitas udara yang kita hirup setiap hari. Partikel berbahaya dan gas-gas polutan terus diproduksi oleh berbagai aktivitas manusia dan industri.

Dampak dari polusi udara ini tentu saja sangat berbahaya untuk kesehatan manusia dan juga untuk lingkungan dan alam. Kira-kira apa yang menjadi penyebab utama timbulnya polusi udara ?

5 Penyebab Polusi Udara

Sekarang ini polusi udara bukan hanya menyerang wilayah perkotaan tapi juga sampai ke wilayah perkampungan dan desa. Bagaimana bisa polusi udara semakin parah ? berikut ini 5 penyebab timbulnya polusi udara :

Emisi Kendaraan Bermotor

Tingginya penggunaa kendaraan bermotor membuat kualitas udara semakin memburuk. Kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar fosil seperti bensin dan diesel, menjadi penyumbang utama polusi udara di perkotaan.

5 penyebab polusi udara
Pic: Pixabay

Emisi gas buang seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), dan hidrokarbon (HC) dilepaskan ke atmosfer selama pembakaran. Selain itu, partikel halus (PM2.5) dan debu juga berkontribusi pada kualitas udara yang buruk. Untuk mengatasi masalah ini, perlahan bisa beralih menggunakan kendaraan listrik dan juga membuat peraturan yang cukup ketat untuk uji emisi kendaraan.

Industri dan Pabrik

Aktivitas industri dan pabrik juga menyumbang polusi udara yang cukup tinggi. Pabrik menghasilkan emisi beracun seperti sulfur dioksida (SO2), oksida nitrogen (NOx), dan partikel PM2.5. Penggunaan bahan bakar fosil dan proses industri tertentu seperti pembakaran batu bara menjadi penyebab utama.

Pic: Pixabay

Maka dari itu, setiap pabrik atau industri sebaiknya memasang alat monitoring seperti CEMS untuk memantau tingkat pencemaran udara yang dihasilkan oleh pabrik, dengan alat pemantauan ini maka bisa dilihat apakah kualitas udara masih dalam batas aman atau tidak.

Pembakaran Kayu dan Limbah

Pembakaran kayu dan limbah pertanian dapat menimbulkan polusi udara yang lumayan tinggi. Selain itu, pembakaran sampah yang mungkin sering dilakukan oleh banyak orang ternyata juga berkontribusi pada polusi udara.

Pic: Pixabay

Selain menyebabkan polusi, pembakaran kayu dan limbah juga dapat mengganggu pernafasan dan mengurangi jarak pandang sehingga sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.

Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara

Meskipun pembangkit listrik tenaga batu bara menyediakan sebagian besar kebutuhan energi dunia, pembakaran batu bara menghasilkan emisi yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  CEMS 2000 Solusi Pemantauan Emisi Industri

Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), yang merupakan penyebab utama perubahan iklim, dilepaskan dalam jumlah besar. Solusi untuk mengurangi polusi dari pembangkit listrik ini adalah dengan beralih ke sumber energi bersih seperti tenaga surya dan angin.

Kebakaran Hutan

Polusi udara juga dapat terbentuk melalui asap yang berasal dari kebakaran hutan. Faktor utama penyebab terjadinya kebakaran hutan yaitu musim kemarau panjang dan ulah tangan manusia. Perlu kesadaran yang cukup tinggi dari masyarakat untuk selalu menjaga dan melindungi hutan.

Selain itu, dalam menghadapi musim kemarau panjangan disarankan untuk selalu memantau tinggi muka air tanah menggunakan Automatic Water Level Recorder sehingga bisa diukur seberapa parah tingkat kekeringan air tanahnya.

Dampak Polusi Udara

Semua polusi udara tersebut tentunya memiliki dampak yang sangat buruk baik untuk manusia dan juga lingkungan sekitar. Seperti apa dampaknya ?

Kesehatan Manusia

Polusi udara memiliki dampak serius pada kesehatan manusia. Partikel PM2.5 dan gas beracun yang dihirup dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan paru-paru. Khususnya, anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis lebih rentan terhadap dampak negatif polusi udara ini.

Lingkungan dan Ekosistem

Polusi udara juga berdampak buruk pada lingkungan dan ekosistem. Polutan yang dilepaskan ke atmosfer dapat menyebabkan hujan asam yang merusak tanaman, dan membuat perairan menjadi asam.

Ekosistem darat dan perairan juga menderita akibat pencemaran udara, mengurangi keanekaragaman hayati dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem yang sensitif. Penyusutan lapisan ozon juga terjadi akibat emisi gas rumah kaca, yang berdampak pada lingkungan global secara keseluruhan.

Dalam rangka mencegah tingginya polusi udara di beberapa wilayah maka dibutuhkan pemasangan sistem monitoring kualitas udara yang disebut Air Quality Monitoring System. Teknologi ini terdiri dari sensor yang dapat memantau berbagai parameter udara secara real time sehingga ketika kualitas udara mulai menurun atau memburuk maka bisa langsung diketahui.

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sistem monitoring menyediakan layanan pemasangan Air Quality Monitoring System di seluruh Indonesia. Informasi lengkap dan pertanyaan silahkan hubungi kami melalui :


Email: sales@testindo.com

Bisa Juga Chat dengan tim kami melalui fitur chating di pojok kanan bawah website ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *