parameter yang diukur oleh AQMS

AQMS (Air Quality Monitoring System) digunakan untuk mengukur berbagai parameter polutan udara, mulai dari partikel debu seperti PM2.5 hingga gas beracun seperti H₂S, NH₃, HF, Methane, Non-Methane Hydrocarbon, dan senyawa BTX. Pemantauan parameter ini penting untuk memastikan kualitas udara tetap aman bagi manusia dan lingkungan.

Testindo Kualitas udara di setiap daerah pasti mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh berbagai gas dan polutan yang menyebar di udara. Perubahan kualitas udara ini harus terus dipantau menggunakan sistem terintegrasi yang disebut Air Quality Monitoring System (AQMS).

Sehingga ketika terjadi penurunan kualitas udara dan dianggap sudah tidak aman, bisa langsung dikeluarkan peringatan dini untuk masyarakat agar lebih berhati-hati seperti menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Parameter yang Diukur Air Quality Monitoring System

Tapi… apa saja sebenarnya parameter diukur oleh Air Quality Monitoring System ? dan apa bahaya dari setiap parameter yang diukur tersebut ?

1. PM10 dan PM2.5 – Partikulat Halus

Jenis polutan ini tidak bisa dilihat oleh mata manusia karena bentuknya berupa partikel debu mikroskopis di udara.

  • PM10 artinya partikel dengan ukuran <10 mikron
  • PM2.5 artinya partikel sangat halus dengan ukuran <2,5 mikron

Dua partikel ini sering muncul dari pembakaran, kendaraan bermotor, atau aktivitas industri. Bahayanya? Karena ukurannya sangat kecil, PM2.5 bisa masuk hingga ke paru-paru dan aliran darah, menyebabkan gangguan pernapasan hingga jantung.

2. Kumpulan Gas CO, SO₂, NO₂, O₃

Beberapa parameter gas ini cukup sering ditemukan di kota besar atau kawasan industri:

  • CO (Karbon Monoksida): Beracun dan mematikan dalam konsentrasi tinggi.
  • SO₂ (Sulfur Dioksida): Menyebabkan iritasi pernapasan, sering muncul dari pembakaran batu bara.
  • NO₂ (Nitrogen Dioksida): Polutan dari kendaraan dan pabrik, berperan dalam pembentukan kabut asap.
  • O₃ (Ozon troposferik): Baik di lapisan atas atmosfer, tapi berbahaya kalau terlalu banyak di permukaan bumi.
  • AQMS bisa mengukur semua parameter ini secara otomatis dan terus-menerus.

3. H₂S (Hidrogen Sulfida)

Gas ini terkenal karena baunya seperti telur busuk. Tapi jangan remehkan, karena H₂S sangat beracun. Di dunia industri, terutama minyak dan gas, keberadaan H₂S wajib dipantau karena bisa menyebabkan pusing, sesak napas, bahkan kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Mengenal Air Quality Monitoring System Pemantauan Udara Realtime

4. NH₃ (Amonia)

Biasanya tercium bau menyengat seperti urea atau pupuk. NH₃ banyak ditemukan di industri pupuk, peternakan, hingga pengolahan limbah. Bila kadarnya tinggi di udara, bisa menyebabkan iritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. Bahkan, dalam jangka panjang bisa memicu penyakit paru-paru.

5. HF (Hidrogen Fluorida)

Ini adalah gas yang sangat korosif dan beracun. Dipakai dalam industri logam, kaca, dan kimia berat. Paparan HF bisa menyebabkan luka bakar kimia serius, baik melalui kulit maupun saluran napas. Maka dari itu, industri yang menggunakan HF harus memiliki sistem monitoring udara dengan akurasi tinggi.

6. Methane dan Non-Methane Hydrocarbon (NMHC)

Methane (CH₄) adalah gas rumah kaca yang mudah terbakar dan muncul dari landfill, peternakan, dan proses migas.

NMHC adalah hidrokarbon lain selain methane (seperti etana, propana, butana) yang juga berkontribusi pada polusi udara.

Gabungan dua jenis senyawa ini perlu dipantau karena bisa membentuk ozon troposferik, yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

7. BTX (Benzene, Toluene, Xylene)

BTX adalah trio senyawa aromatik yang sering ditemukan dalam aktivitas petrokimia, pengecatan, pelarut, dan emisi kendaraan.

Benzene: Karsinogenik — bisa menyebabkan leukemia

Toluene & Xylene: Menyerang sistem saraf pusat

AQMS yang bisa memantau BTX sangat penting, terutama untuk industri kimia dan pelabuhan.

8. Meteorological Parameters

Beberapa AQMS canggih juga dilengkapi dengan sensor cuaca seperti:

  • Suhu
  • Kelembaban
  • Tekanan udara
  • kecepatan angin

Kenapa penting? Karena kondisi cuaca bisa memengaruhi penyebaran polutan di udara.

Setiap parameter yang disebut di atas memiliki punya pengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan regulasi. AQMS menjadi solusi nyata untuk mendeteksi polusi udara sebelum terlambat.

Semakin lengkap parameternya, semakin bagus untuk mengontrol kualitas udara yang dihirup banyak orang di sekitar lokasi tersebut.

Testindo sebagai perusahaan engineering & monitoring solution menyediakan alat Air Quality Monitoring System yang bisa dipasang di berbagai tempat seperti kawasan industri, area pabrik, area pertambangan, kota-kota besar, dan lainnya.

Jika Anda berminat untuk memasang AQMS atau ingin konsultasi lebih dulu, silahkan hubungi kami melalui :

Chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website in