permasalahan polusi di indonesia

Testindo Permasalahan polusi udara di Indonesia sekarang ini memang cukup mengkhawatirkan, ada banyak faktor penyebabnya, mulai dari asap kendaraan bermotor, emisi pabrik atau industri hingga asap hasil dari pembakaran sampah seperti plastik, kayu dan daun.

Mungkin Anda merasakan jika dalam beberapa pekan ini kondisi udara di perkotaan sedang tidak baik-baik saja, langitnya seperti berkabut dan mulai timbul beberapa penyakit ringan yang menyerang pernapasan seperti batuk, pilek, flu dan juga sesak napas.

Lalu, bagaimana solusi untuk mengurangi polusi di Indonesia ? 

Sebelum membahas bagaimana solusinya, kita harus sadari dahulu bahwa pengguna kendaraan bermotor di Indonesia ini terus bertambah. Dilansir dari Liputan6, berdasarkan data Korlantas Polri, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang teregistrasi per 26 Maret 2023 mencapai 154.236.431 unit.

Banyak sekali, bukan ? kemungkinan jumlah ini masih bisa terus bertambah.

Selain itu, jumlah pabrik yang menghasilkan emisi seperti pabrik semen, pabrik oil & gas, pabrik pulp & Kertas, pabrik baja, dan lainnya cukup banyak di Indonesia. Emisi yang keluar setiap hari tentunya bisa membuat kualitas udara menurun.

Baik asap kendaraan bermotor dan juga emisi dari pabrik megeluarkan polutan seperti logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida (SO2).

Semua senyawa ini tentu saja memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh manusia dan juga lingkungan, baik itu hewan ataupun tumbuhan. Bahkan, polusi udara yang buruk juga dapat memicu pemanasan global.

Mau tahu seberapa parah polusi udara di Indonesia. Berikut ini index pencemaran udara di kota Jakarta yang diambil dari situs iqair.com

Hasilnya lumayan membuat kita menggelengkan kepala, bisa dilihat bahwa hari ini 7 Agustus 2024 kondisi udara di Kota Jakarta dinyatakan tidak sehat. Separah itu, ya.

Mengurangi Tingkat Polusi di Indonesia

Kalau kita flashback ke tahun 2019-2021 ketika covid melanda, dimana saat itu hampir semua orang diwajibkan untk diam di rumah, bahkan untuk sekolah dan bekerja pun harus di rumah. Efeknya, penggunaan kendaraan bermotor menurun drastis, industri atau pabrik juga banyak berhenti beroperasi.

Baca Juga :  Mengenal CEMS dan ESP, Teknologi PLN IP Jaga PLTU Rendah Emisi

Pada saat itu, bisa dilihat langit Indonesia sangat cerah dan biru, bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan dunia. Seakan mengisyaratkan bahwa bumi sedang bernafas dengan lega.

Kondisi langit cerah saat covid (Pic :  twitter / ekuatorial.com)

Nah, yang jadi pertanyaan, apa mungkin kondisi tersebut bisa terulang kembali ? mengingat sekarang ini sudah mulai banyak kendaraan bermotor yang berkeliaran di jalan dan juga banyak pabrik atau industri yang beroperasi setiap hari.

Tindakan yang bisa dilakukan saat ini yaitu dengan melakukan pengamatan kualitas udara secara detail setiap hari dan juga melakukan tindakan pencegahan.

Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidung dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemasangan Air Quality Monitoring System di beberapa titik pengamatan untuk memantau tingkat pencemaran kualitas udara di suatu wilayah.

Selain itu pemerintah juga mewajibkan setiap industri atau pabrik yang menghasilkan emisi gas buang untuk memasang CONTINUOUS EMISSION MONITORING SYSTEMS (CEMS) yang dipasang di cerobong asap untuk memantau tingkat polutan yang berasal dari cerobong asap masih memenuhi standar atau tidak melewati batas aman.

Peraturan pemasangan CEMS ini terdapat pada  Peraturan Menteri Linkungan Hidup dan Kehutanan nomor 13 tahun 1995, ada 4 macam industri yang harus menggunakan CEMS : 

  • Industri Semen
  • Industri Pulp dan Kertas
  • Industri Besi dan Baja 
  • Pembangkit Listrik (PLTU) Berbahan Bakar Batubara

Selain itu, CEMS ini juga harus diterapkan pada pembangkit Listrik Tenaga Termal dengan kapasitas diatas 25 MW sesuai Undang-undang Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2019.

Permasalahan polusi udara di Indonesia memang tidak mudah untuk diselesaikan, tapi bukan berarti mustahil. Upaya untuk mengurangi polusi bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga menjadi tugas kita bersama. Kita bisa mulai dari hal kecil seperti mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, tidak membakar sampah dan menghemat pemakaian listrik.

Testindo sebagai perusahaan monitoring solution menyediakan layanan pemasangan atau instalasi Air Quality Monitoring System (AQMS) & Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS)Informasi pemesanan dan pertanyaan seputar layanan ini silahkan menghubungi kami melalui :


Email: sales@testindo.com

Bisa juga chat dengan tim kami melalui fitur chating yang ada di pojok kanan bawah website ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *