Testindo – Pemantauan kualitas udara di perkotaan menggunakan AQMS (Air Quality Monitoring System) itu sangat penting karena kota menjadi pusat aktivitas yang menghasilkan banyak polutan, mulai dari emisi kendaraan, industri, bahkan pembakaran sampah yang cukup sering dilakukan.
Wilayah perkotaan bisa dibilang sudah cukup “akrab” dengan polusi udara, ada banyak faktor penyebabnya seperti pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, hingga emisi dari cerobong industri. Untuk memantau serta memastikan tingkat polutan masih dalam batas aman, maka pemerintah daerah diwajibkan melakukan pemasangan atau Air Quality Monitoring System (AQMS) atau lebih dikenal Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).
Alat ini dipasang di beberapa titik pemantauan, nantinya data hasil monitoring tersebut bisa diakses secara online lewat aplikasi ataupun website. Bahkan, di beberapa titik lokasi juga ada papan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.

Ada 4 level pada papan ISPU ini yaitu sedang baik, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Dari informasi yang ada di papan ini, bisa dilihat apakah kualitas udara masih aman atau sudah masuk tahap mengkhawatirkan.
Cara Kerja Alat AQMS dalam Monitoring Kualitas Udara
Air Quality Monitoring System atau Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SKPU) ini dipasang di beberapa titik tempat umum seperti kawasan industri dan pinggir perkotaan. Di dalam alat ini teradapat perangkat dan sensor yang saling terintegrasi untuk monitoring setiap polutan yang ukurannya sangat kecil (mikron). Jika polutan ini terhirup manusia maka dapat mengganggu kesehatan tubuh.
Beberapa jenis polutan yang dideteksi oleh AQMS :
- PM 10
- PM 2,5
- CO (gas karbon monoksida)
- NOx (nitrogen oksida)
- SO₂ (sulfur dioksida)
- O3 (ozon)

Cara kerjanya, di dalam gas analyzer ini terdapat beberapa perangkat seperti PM Monitor, VOC analyzer, dan Gas analyzer (CO, SO2, NOx & Ozone). Nantinya, semua sinyal listrik yang dihasilkan dari setiap perangkat analyzer akan direkam dan dikumpulkan dalam bentuk sinyal analog di dalam data logger. Kemudian sinyal analog tersebut akan diolah oleh data akuisisi agar bisa dibaca dan ditampilkan dalam bentuk data digital.
Setiap data monitoring yang sudah divalidasi selanjutnya akan dikirimkan ke pusat kontrol (main center) dengan memanfaatkan jaringan internet. Selanjutny, data mentah monitoring polutan tersebut akan diolah menjadi informasi kualitas udara yang bisa dipahami oleh masyarakat.
Stasiun Pemantauan Kualitas Udara ini biasanya juga dilengkapi dengan sensor meteorologi yang berfungsi untuk mengukur parameter udara seperti suhu, kelembaban, kecepatan dan arah angin. Melalui data meteorologi ini bisa dianalisa dan diprediksi bagaimana penyebaran polutan di udara.
Layanan Air Quality Monitoring System dari Testindo

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system, Testindo menyediakan layanan pemasangan Air Quality Monitoring System untuk wilayah perkotaan. Kami menyediakan beberapa jenis AQMS diantaranya :
- Mobile AQMS
- Standard AQMS
- Micro Sensor AQMS
Setiap jenis AQMS ini disesuaikan dengan kebutuhan monitoring di setiap kota atau lokasi monitoring. Informasi pemesanan dan konsultasi silahkan hubungi kami melalui :
Chat dengan tim kami melalui fitur live chat di pojok kanan bawah website ini
