Testindo – Pengelasan merupakan proses penting dalam menyambung material seperti besi, rangka baja dan lainnya. Untuk mengetahui prosedur pengelasan dilakukan dengan benar atau tidak maka perlu dilakukan pengujian Non Destructive Test atau NDT Test Welding.

Pengujian ini dilakukan untuk mengecek apakah proses las dilakukan dengan benar dan sambungan las benar-benar sudah kuat. Pemeriksaan sambungan las dengan metode NDT ini tanpa merusak material, sehingga tetap bisa digunakan untuk kebutuhan produksi.

Metode pengujian Non Destructive Test (NDT) digunakan untuk mengidentifikasi cacat las atau diskontinuitas, seperti retak, porositas, inklusi, dan cacat lain dalam las yang dapat menyebabkan kegagalan las atau komponen yang dilas.

Setidaknya ada 3 alasan kenapa NDT (Non Destructive Testing) itu sangat penting untuk quality control hasil las, diantaranya :

Deteksi Cacat

Membantu menemukan cacat dalam pengelasan yang bisa merusak kekuatan dan kinerja.

Menghemat Waktu dan Uang

Mengidentifikasi dan memperbaiki cacat sejak awal sehingga dapat menghemat biaya dan waktu.

Kepatuhan Terhadap Standar Industri

Inspeksi yang tepat menggunakan teknik NDT membantu mempertahankan kepatuhan terhadap standar industri ini.

Pencegahan Insiden

Deteksi dini cacat bisa mencegah kegagalan pengelasan yang bisa menyebabkan kecelakaan apabila  komponen yang dilas itu digunakan nantinya.

Metode NDT Test Welding

Dalam pengujian NDT untuk sambungan las, mungkin sedikit berbeda dengan pengujian NDT untuk material seperti beton dan kayu. Berikut ini beberapa metode NDT Test untuk welding  :

Liquid Penetration Test

Pengujian liquid penetration merupakan jenis pengujian NDT yang cukup sering digunakan karena biayanya lebih terjangkau dan tidak terlalu rumit jika dibandingkan dengan jenis pengujian NDT lainnya. Pengujian ini dilakukan untuk memeriksa cacat pada material logam ferrous dan nonferrous serta material non-logam yang tidak berpori.

Metode pengujian LP menggunakan prinsip kapilaritas, di mana cairan penetrant dengan warna tertentu (biasanya merah) meresap masuk ke dalam cacat pada permukaan las. Cairan ini akan menunjukkan letak-letak cacat yang terjadi pada permukaan las.

Magnetic Particle Testing

Pengujian Magnetic Particel ini dilakukan untuk mendeteksi cacat permukaan dan subsurface dangkal pada material feromagnetik. Pengujian ini sangat efektif untuk menentukan lokasi cacat permukaan dan sedikit subsurface seperti retakan, pori-pori, lap dingin, kekurangan fusi dinding samping pada las, dan sebagainya pada material magnetik.

Sambungan las dimagnetisasi menggunakan salah satu dari beberapa metode, seperti metode arus langsung (direct current), arus bolak-balik (alternating current), atau menggunakan magnet permanen. Alat yang digunakan bisa berupa yoke magnetik, solenoid, atau elektromagnet.

Proses magnetisasi menciptakan garis-garis gaya magnet (magnetic flux lines) di dalam material. Garis-garis gaya ini bergerak tegak lurus terhadap arah arus listrik yang diterapkan. Partikel magnetik (baik dalam bentuk kering atau basah) dituangkan atau disebar pada permukaan sambungan las yang sudah dimagnetisasi. Partikel ini dapat berupa bubuk feromagnetik yang sangat halus atau suspensi partikel magnetik dalam cairan.

Baca Juga :  Non Destructive Test (NDT) : Pengertian, Metode dan Jenis

Nantinya partikel magnetik ini akan tertarik ke daerah-daerah di mana ada kebocoran fluks magnetik yang disebabkan oleh diskontinuitas seperti retakan atau pori-pori.

Ultrasonic Thickness Gauging

Sebelum dilakukan pengujian, bagian permukaan material harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada kotoran dan minyak yang menghalangi lapisan permukaan. Pembersihan ini penting untuk memastikan kontak yang baik antara transduser ultrasonik dan permukaan material.

Tahap selanjutnya mengoleskan couplant pada permukaan material, couplant ini berupa cairan gel yang dapat mempermudah transmisi gelombang ultrasnonic. Selanjutnya menyiapkan transduser yang berfungsi untuk mengirimkan gelombang ultrasonic.


Layanan Jasa NDT, Klik Disini >>


Tempelkan transduser pada bagian permukaan, kemudian gelombang ultrasonik yang dipancarkan oleh transduser akan merambat melalui material hingga mencapai batas dalam (bagian belakang) material tersebut, lalu akan dipantulkan kembali ke transduser.

Melalui rambatan gelombang ultrasonik ke dalam material maka bisa dihitung ketebalan material berdasarkan waktu tempuh gelombang ultrasonik. Ketebalan yang diukur pada berbagai titik di sepanjang sambungan las dianalisis untuk mendeteksi adanya perbedaan ketebalan yang mungkin menunjukkan terjadinya korosi, erosi, atau cacat dalam material las.

Radiographic Test

Radiography testing melibatkan penggunaan sinar-X atau sinar gamma untuk memeriksa komponen yang dilas. Radiography testing dapat mendeteksi cacat yang tersembunyi di dalam las, yang mungkin tidak terlihat di permukaan.

Gambar radiografi yang dihasilkan menunjukkan bagian dalam material las, sehingga bisa dilihat kondisi cacat atau diskontinuitas yang mungkin ada di dalam sambungan las.

Gambar ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat, ukurannya, dan tingkatannya, memungkinkan teknisi mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki masalah. Radiography testing adalah teknik khusus yang memerlukan teknisi terampil.

Pengujian NDT (Non Destructive Test) oleh Testindo

Perlu dipahami bahwa pengujian NDT ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, perlu tenaga ahli dan berpengalamana agar hasil pengujian bisa lebih akurat. Sebagai perusahaan engineering & monitoring solution, Testindo menyediakan layanan pengujian NDT untuk berbagai jenis material mulai dari besi, logam, baja, pipe dan lainnya.

jasa ndt

Testindo siap melayani kebutuhan Anda untuk melakukan pengujian NDT. Jika Anda berminat order atau ingin konsultasi lebih dulu, silahkan menghubungi kami melalui :

Fitur live chat di pojok kanan bawah website ini