Testindo Beton merupakan matarial atau bahan konstruksi yang digunakan untuk membuat suatu bangunan dan infrastruktur. Namun, seperti halnya bahan atau maerial konstruksi lainnya, beton juga rentan terhadap kerusakan seiring bertambahnya waktu. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pengujian kekerasan beton secara berkala untuk memastikan kualitas dan keamanannya. Salah satu metode pengujian kekerasan beton yang paling umum digunakan adalah hammer test beton.

Metode ini melibatkan penggunaan alat ukur khusus yang dikenal sebagai hammer test atau rebound hammer untuk mengukur kekerasan beton.

Apa itu Hammer Test Beton?

Hammer test adalah salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk menguji kekuatan beton pada bangunan. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan hammer test atau juga disebut dengan rebound hammer.

Pengujian ini sangat penting dalam menjaga keamanan dan kualitas bangunan. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari hammer test sesuai SNI ASTM C805:2012 :

Menganalisa Kekerasan Beton

Hammer test dapat digunakan untuk menguji kekerasan beton bangunan. Dengan mengetahui nilai kekerasannya maka dapat dipastikan apakah bangunan tersebut aman atau tidak untuk digunakan.

Menguji Mutu atau Kualitas Beton

Pengujian ini dapat menentukan apakah beton yang digunakan pada bangunan sudah mencapai standar yang ditentukan atau tidak. Jika beton tidak mencapai standar yang ditentukan, maka dapat diambil tindakan untuk memperbaiki kualitas beton tersebut.

Mengukur Nilai Kuat Tekan Beton

Pengujian beton ini juga dilakukan untuk menentukan atau mengukur nilai kuat tekan beton yang digunakan sebagai bahan atau material struktur bangunan.

Prinsip Kerja Hammer Test

Metode ini menggunakan alat yang disebut rebound hammer atau palu pantul yang bekerja dengan prinsip kinetik. Alat ini digunakan untuk mengukur rebound atau pantulan energi yang dihasilkan oleh beton saat terkena palu pantul.

Prinsip kerja hammer test didasarkan pada hukum fisika yang menyatakan bahwa energi kinetik dari benda yang jatuh pada permukaan keras akan terpantul kembali dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada kekerasan permukaan tersebut. Dalam hal ini, energi kinetik palu pantul yang jatuh pada beton akan terpantul kembali dengan kecepatan tertentu yang tergantung pada kekerasan beton.

Pengukuran kekerasan beton dengan menggunakan hammer test dilakukan dengan cara memukul beton menggunakan palu pantul dan kemudian mengukur rebound atau pantulan energi yang dihasilkan oleh beton tersebut. Rebound yang dihasilkan oleh beton akan diukur menggunakan skala rebound yang terdapat pada alat hammer test. Skala rebound pada alat hammer test digunakan untuk mengukur kekerasan beton dalam satuan rebound number atau angka rebound.

hammer test beton

Angka rebound yang dihasilkan oleh beton akan tergantung pada beberapa faktor seperti kekerasan beton, kelembaban beton, dan pengaruh suhu. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang akurat dalam pengukuran kekerasan beton dengan menggunakan hammer test, perlu dilakukan kalibrasi terlebih dahulu dengan menggunakan beton referensi yang memiliki kekerasan yang diketahui.

Baca Juga :  Uji Kualitas Beton dengan UPVT

Keuntungan Menggunakan Hammer Test

Cara kerja metode uji beton ini sebenarnya cukup sederhana yaitu dengan mengetuk permukaan beton menggunakan palu khusus dan kemudian mengukur skala rebound yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan hammer test dalam mengukur kekuatan beton:

Identifikasi Kekerasan Beton yang dapat Mempengaruhi Kualitas Struktur Beton

Dalam sebuah konstruksi, kekuatan beton menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas struktur beton yang dibangun. Dengan begitu, kita dapat mengukur kekuatan beton dengan cepat dan mudah, sehingga dapat membantu mengidentifikasi area-area pada struktur yang memiliki kekuatan beton yang rendah dan membutuhkan perbaikan.

Mengecek Kualitas Beton pada Saat Konstruksi dan Selama Masa Pemeliharaan

Selain mengukur kekuatan beton pada saat konstruksi, metode ini juga dapat digunakan selama masa pemeliharaan bangunan untuk memastikan bahwa beton masih memiliki kekuatan yang cukup. Dengan menggunakan hammer test secara teratur, kita dapat mendeteksi kerusakan atau penurunan kekuatan beton yang mungkin terjadi akibat faktor lingkungan atau keausan struktur.

Menghemat Biaya dan Waktu

Dibandingkan dengan metode pengukuran kekuatan beton lainnya seperti coring, hammer test jauh lebih cepat dan murah. Dalam beberapa kasus, metode pengukuran kekuatan beton lainnya seperti coring dapat memakan waktu dan biaya yang besar.

Mudah Digunakan

Hammer test sangat mudah digunakan dan tidak memerlukan keterampilan khusus dalam mengoperasikannya. Selain itu, alat ini juga portable dan dapat dibawa ke mana saja dengan mudah.

Dalam pelaksanaan pengujian ini, perlu diperhatikan juga beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran seperti ukuran permukaan beton yang diuji, posisi pengukuran, dan pengaruh getaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran lebih dari satu titik pada permukaan beton yang diuji untuk memperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat.

Pengujian hammer test secara berkala dapat memperpanjang masa pakai bangunan dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah. Oleh karena itu, pengujian hammer test ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan pada bangunan secara berkala supaya kondisi bangunan bisa bertahan lama.

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang testing & monitoring menyediakan jasa hammer test untuk berbagai jenis beton bangunan di seluruh Indonesia. Pemesanan dan pertanyaan seputar layanan hammer test silahkan hubungi :

Email: sales@testindo.com

Atau bisa chat dengan tim kami melalui fitur chat yang ada di pojok kanan bawah website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *