Testindo Sensor seismik adalah perangkat penting dalam bidang geofisika yang berfungsi untuk mendeteksi dan merekam gelombang seismik. Gelombang ini berasal dari pergerakan di dalam bumi, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan juga ledakan (alami dan buatan).

Sensor seismik bekerja menggunakan prinsip inersia. Alat ini terdiri dari bingkai yang sensitif terhadap gerakan tanah dan massa inersia yang cenderung diam. Saat terjadi guncangan, bingkai bergerak bersama dengan tanah, sementara massa inersia cenderung untuk tetap diam. Perbedaan gerakan antara kedua komponen ini membantu mengukur besar kecilnya gelombang seismik yang terjadi.

Jenis dan Prinsip Kerja Sensor Seismik

Jika dilihat dari cara kerjanya, sensor seismik ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu geophone dan hydrophone. Kedua jenis sensor seismik ini bisa dibedakan berdasarkan lokasi penempatannya. Berikut penjelasannya :

Geophone

Geophone digunakan untuk menganalisa, mengukur dan merekam aktivitas seismik di daratan. Prinsip dasar dari geophone yaitu elektromagnetik yang bekerja dengan cara mengubah getaran yang berasal dari aktivitas seismik menjadi sinyal listrik.

 

 

Pic: guidelinegeo.com

Geophone sangat akurat dalam mendeteksi gelombang seismik yang merambat ke permukaan tanah. Alat ini sering digunakan untuk aktifitas eksplorasi migas, tambang dan juga survey geofisika untuk memahami struktur dan komposisi bawah permukaan.

Hydrophone

Berlawanan dengan geophone, untuk alat hydrophone ini digunakan di area perairan atau laut untuk mendeteksi gelombang seismik di dalam air. Hydrophone sangat efektif untuk mendeteksi dan mengukur gelombang seismik yang disebabkan oleh pergerakan bawah laut, seperti aktivitas vulkanik dan juga pergerakan lempeng didasar laut.

Hydrophone sangat membantu untuk memahami aktivitas seismik di bawah laut serta memberikan informasi tentang fenomena geologi yang terjadi di kedalaman lautan.

Pic: interactiveoceans.washington.edu

Setiap jenis sensor seismik memiliki peran khususnya masing-masing dalam memahami gelombang seismik yang berbeda-beda. Dengan kombinasi dari berbagai jenis sensor ini maka para ahli dan ilmuwan bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang aktivitas bumi serta geologi yang saling berkaitan.

Fungsi Sensor Seismik

Ukuran sensor seismik memang tidak terlalu besar tapi memiliki fungsi yang sangat luar biasa, mulai dari untuk riset gempa hingga sektor industrial. Berikut ini fungsi utama dari sensor seismik :

Monitoring Gempa Bumi

Sensor seismik dalam monitoring gempa bumi bekerja dengan mendeteksi dan merekam gelombang seismik yang dihasilkan saat terjadi guncangan atau pergerakan tanah yang signifikan. Sensor ini merekam getaran tanah dalam bentuk sinyal listrik yang kemudian diolah dan dianalisis untuk menentukan lokasi, kedalaman, serta kekuatan gempa.

Baca Juga :  Mengenal Geophone Wireless untuk Survey Seismik

Informasi yang diperoleh dari sensor seismik digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi bahaya gempa bumi yang akan datang, membantu dalam mitigasi risiko, dan melindungi keselamatan masyarakat dari dampak buruk gempa bumi.

Eksplorasi Migas

Sensor seismik dalam eksplorasi migas bekerja dengan cara menciptakan gelombang seismik di permukaan tanah melalui perangkat “sumber buatan”, seperti palu godam atau bahan peledak kecil. Gelombang ini akan merambat ke bawah permukaan dan memantul ketika bertemu dengan lapisan batuan yang berbeda. Nantinya geophone akan menangkap dan merekam gelombang seismik yang dipantulkan.

Data yang tercatat diolah untuk membentuk citra struktur bawah permukaan, membantu menemukan potensi sumber daya migas. Informasi dari sensor seismik membimbing keputusan lokasi pengeboran yang akurat, mengurangi risiko dan biaya dalam pengeboran, serta mendukung industri migas dalam menemukan dan mengelola sumber daya energi di bawah permukaan tanah.

Survei Geofisika

Sensor seismik dalam survei geofisika berfungsi dengan menggunakan seismometer untuk merekam gelombang seismik yang dipancarkan melalui sumber getaran seperti truk penggetar atau bahan peledak kecil. Gelombang ini merambat ke dalam bumi dan pantulan dari lapisan batuan bawah permukaan diinterpretasikan oleh sensor seismik.

Data yang terkumpul diolah untuk membentuk gambaran detail tentang struktur geologi bawah permukaan, membantu dalam pemetaan formasi batuan, air bawah tanah, atau potensi mineral di dalam tanah.

Sensor seismik memiliki peran penting, mulai dari eksplorasi migas hingga survei geofisika, alat ini menjadi kunci dalam memetakan struktur bawah permukaan dan mendeteksi potensi bahaya seperti gempa bumi.

Wireless Sensor Seismic

Seiring bertambahnya waktu, sensor seismik juga ikut mengalami perkembangan teknologi. Sekarang ini sudah ada sensor seismik wireless yang bisa dipasang di berbagai lokasi atau area monitoring dan pengujian tanpa harus menggunakan kabel.

sensor geophone

Sensor seismik ini bisa digunakan untuk eksplorasi migas dan juga riset atau survey geofisika di berbagai medan pemantauan, bahkan juga bisa digunakan di medan yang cukup ekstrem seperti tebing bebatuan, tanah yang bersalju, hutan dan lainnya.

Jika Anda berminat untuk memesan wireless seismic sensor ini atau ingin konsultasi lebih dulu, jangan sungkan untuk menghubungi kami dengan menekan tombol chat WA di bawah ini :

 

 

Bisa juga chat dengan tim kami melalui fitur chating yang ada di pojok kanan bawah website ini

 

Referensi :

https://hmgf.fmipa.ugm.ac.id

https://uavlatam.com/en/que-es-sensor-sismico/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *