Lahan Gambut

Testindo.co.id – Belakangan ini Ground Penetrating Radar atau Georadar merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di Indonesia karena fungsinya yang dapat mendeteksi dan memberi gambaran terkait keadaan dibawah permukaan tanah, dengan begitu akan memudahkan kita dalam melakukan pemetaan struktur bawah tanah seperti pemetaan pipa dibawah tanah, pemetaan batuan, pemetaan situs arkeolog, serta dapat mengukur kedalaman pada lahan gambut. Nah diartikel ini saya akan membahas tentang fungsi ground penetrating radar dalam mengukur kedalaman pada lahan gambut.

Mengenal Lahan Gambut Serta Fungsi Georadar

Apa itu gambut?

Gambut merupakan suatu lahan basah yang terbentuk akibat timbunan material organik yang berasal dari jasad hewan yang membusuk, sisa-sisa pohon, rerumputan, dan lumut.

Lahan gambut memiliki perbedaan ketebalan permukaan yang tergantung pada wilayah terbentuknya lahan gambut, ground penetrating radar merupakan salah satu alat yang dapat mengetahui ketebalan lahan gambut tanpa merusak lahan gambut itu sendiri.

Sejarah Terbentuknya Gambut

Pada tahun 9.600 sebelum masehi, bumi sempat mengalami penghangatan permukaan yang menyebabkan terbentuknya gambut. Gambut yang terbentuk akibat penghangatan tersebut disebut gambut pedalaman, sementara di zaman sekarang ini sering terjadinya peningkatan permukaan laut yang menyebabkan terbentuknya gambut di daerah daratan sekitar sungai dan pantai.

Lahan gambut sangat menguntungkan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan, karena salah satu pemicu terjadinya kebakaran hutan di Indonesia disebabkan oleh keringnya lahan gambut.

Oleh karena itu dibutuhkannya ground penetrating radar dalam melakukan pengukuran kedalaman pada lahan gambut untuk mengetahui data kelembaban dan data ketebalan pada lahan gambut. Alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran ialah georadar.

Metode Ground Penetrating Radar

georadar

Georadar atau Ground Penetrating Radar adalah metode geofisika non-destruktif yang dapat menampilkan simulasi dibawah permukaan tanah, tanpa pengeboran dan penggalian. Georadar dapat menunjukkan profil permukaan di atas lahan gambut dan pantulan unit geologi dibawah permukaan lahan gambut dan juga dapat menunjukkan data kedalaman pada lahan gambut.

Survei GPR atau biasa disebut Georadar dilakukan dengan menggunakan alat GPR yang didorong di sepanjang permukaan lahan gambut, atau dapat dilakukan dengan menggunakan ATV.

Bagaimana Metode Ground Penetrating Radar dapat bekerja?

Ground Penetrating Radar (georadar) beroperasi dengan mentransmisikan gelombang radio berfrekuensi  tinggi (energi elektromagnetik gelombang mikro) ke tanah melalui transduser (antena). Antena GPR (transduser) ditarik di belakang ATV atau kendaraan. Energi yang ditransmisikan dipantulkan dari berbagai objek yang terkubur atau kontak yang berbeda antara material bawah yang berbeda. Antena kemudian menerima gelombang yang dipantulkan dan menyimpannya di unit kontrol digital. Unit kontrol mencatat refleksi terhadap waktu tempuh dua arah dalam nanodetik dan kemudian memperkuat sinyal. Puncak tegangan sinyal dikeluarkan pada profil GPR sebagai pita warna yang berbeda oleh unit kontrol digital.

Jadi dengan menggunakan metode georadar kita dapat mengetahui data spesifik pada lahan gambut, Dalam melakukan pengujian GPR anda membutuhkan partner yang handal dan terpercaya, untuk itu Testindo adalah solusinya, Testindo memiliki layanan jasa ground penetrating radar yang terpercaya serta handal, kami memiliki tim engineering yang berpengalaman dalam melakukan pengujian georadar.  Informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kami di +62 813-9929-1909 atau email di sales@testindo.com dapat juga live chat di layanan chat di pojok kanan bawah web ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *