5 penyebab polusi udara di jakarta

Testindo Beberapa hari belakangan ini kondisi langit Jakarta seperti berasap, ternyata kondisi ini disebabkan oleh kualitas udara di kota Jakarta yang terus memburuk. Bahkan, sempat menduduki peringkat ke 2 sebagai kota dengan kualitas terburuk di dunia.

Semakin buruknya polusi udara, tentunya akan mempengaruhi kesehatan masyarakat yang beraktivitas di Ibu Kota. Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi diantaranya batuk, penyakit paru dan juga sakit mata.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk selalu menggunakan masker ketika berpergian ke tempat terbuka di Jakarta. Dilansir dari situs IQAir, index kualitas udara di Jakarta hari ini ( 26/06/2023) berada di angka 132 dengan polutan utamanya yakni PM 2,5 dan nilai konsentrasi 48.2 µg/m³ (mikrogram per meter kubik), sehingga tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Tidak sedikit yang bertanya-tanya, kenapa polusi udara di Jakarta ini semakin parah ?

Menurut Asep Kuswanto selaku Kepala Dinas LH DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pasca Covid-19, banyak aktivitas manusia yang menghasilkan emisi semakin meningkat dan juga masuknya musim kemarau mulai bulan Mei hingga Agustus.

Memang harus di akui jika emisi seperti asap kendaraan bermotor dan aktivitas industri atau pabrik menjadi penyumbang polusi yang cukup besar sehingga membuat kualitas udara di Kota Jakarta semakin menurun

Sumber emisi SO2 paling banyak berasal dari sektor Industri sedangkan polutan lainnya berasal dari transportasi. Kualitas udara ini diukur berdasarkan hasil pemantauan atau monitoring dari Air Quality Monitoring System yang dipasang di beberapa titik kota Jakarta.

Untuk mengatasi tingginya polusi udara di Jakarta ini, dibutuhkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah sehingga kualitas udara kembali membaik.

Baca Juga :  Sistem Monitoring Kualitas Udara Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *