Testindo Mesin rotasi atau rotary machine merupakan jenis mesin yang sering digunakan oleh industri manufaktur dan juga pengolahan. Mesin ini berfungsi untuk menggerakkan peralatan, mengolah material, dan menjalankan berbagai tugas penting dalam proses produksi.

Namun, seperti halnya dengan semua peralatan mekanik, mesin rotary juga rentan terhadap kerusakan. Kerusakan pada mesin rotasi dapat menyebabkan downtime yang mahal, menurunkan efisiensi produksi, dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan kerja.

Supaya rotary machine berfungsi dengan baik, sangat penting untuk memahami setiap gejala kerusakan yang mungkin terjadi dan juga tindakan pencegahan yang harus dilakukan sehingga terhindar dari kerusakan yang lebih fatal nantinya.

Kerusakan Umum pada Rotary Machine

Mesin rotary dapat mengalami berbagai jenis kerusakan dengan gejala yang berbeda tergantung pada jenis mesin dan penyebabnya. Beberapa kerusakan umum yang seringkali terjadi pada mesin rotasi :

Ketidakseimbangan (Unbalance)

Ketidakseimbangan atau unbalance pada mesin rotary merupakan kondisi distribusi massa di sekitar pusat rotasi yang tidak setara. Gejala unbalance diantaranya getaran yang tidak normal sehingga merusak bantalan (bearing), gear, dan komponen mesin lainnya.

Aus pada Mesin

Aus pada mesin rotary merupakan abrasi atau erosi permukaan mesin karena gesekan yang terus menerus dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat mengurangi umur pakai komponen mesin dan mengurangi efisiensi.

Kebisingan (Noise)

Bunyi aneh, berisik, gemeretak, atau gemuruh yang tidak biasa dapat menjadi tanda adanya masalah dalam mesin rotasi, seperti gesekan berlebihan atau komponen yang longgar.

Suhu Panas Mesin Meningkat

Suhu pada komponen mesin, seperti bearing, gear, dan lainnya yang tiba-tiba menjadi panas, maka bisa menjadi parameter untuk menunjukkan masalah seperti gesekan berlebihan atau kebocoran panas.

Penurunan Performance

Performance mesin yang sudah tidak maskimal seperti penurunan kecepatan putaran, maka bisa menjadi indikasi masalah dalam sistem mesin.


Layanan Condition Monitoring, Klik Disini >>>


Kebocoran Cairan

Kebocoran minyak, bahan bakar, atau cairan lainnya dari komponen mesin dapat mengindikasikan masalah pada segel atau sistem pemadaman.

Getaran Berlebih

Getaran sistematis yang berulang atau lebih dari biasanya dan juga perubahan pola getaran dalam frekuensi, amplitudo, dan juga bentuk, bisa menjadi indikasikan masalah seperti adanya patahan, ketidakseimbangan, atau keausan.

Baca Juga :  Alasan Penting Melakukan Preventive dan Predictive Maintenance Mesin Industri

Bantalan Bermasalah

Bunyi berdecit atau gegaran dari bantalan adalah gejala umum kerusakan pada mesin rotasi. Bantalan atau bearing yang aus atau rusak bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Cara Mencegah Kerusakan pada Mesin Rotary

condition-monitoring

Sebenarnya kerusakan pada mesin rotasi dapat dihindari atau diminimalkan dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kerusakan pada mesin rotary :

Pemeliharaan Rutin

Lakukan pemeliharaan terjadwal sesuai rekomendasi produsen atau standar di setiap industri. Pemeliharaan ini mencakup pemeriksaan, pelumasan, dan penggantian suku cadang yang aus.

Monitoring Kondisi

Gunakan teknik pemantauan kondisi atau yang disebut condition monitoring. Beberapa tindakan yang dilakukan seperti analisis getaran, pemantauan suhu, analisis minyak, dan pemantauan kebisingan untuk mendeteksi perubahan dan gejala awal kerusakan. Dengan melakukan condition monitoring maka dapat mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pelumasan yang Tepat

Pastikan sistem pelumasan berfungsi dengan baik dan menggunakan jenis pelumas yang sesuai untuk mencegah keausan dan gesekan berlebihan. Periksa dan ganti minyak atau gemuk secara teratur.

Melakukan Balancing Pada Rotary Machine

Pastikan mesin rotasi terpasang dengan benar dan kondisi rotary atau bagian mesin yang berputar sudah seimbang sehingga mesin dapat beroperasi dengan baik. Jika kondisi mesin unbalance maka sebaiknya segera lakukan tindakan balancing menggunakan mesin balancing.

Monitoring Suhu

Pemantauan suhu komponen inti pada mesin seperti bearing dan gear dapat membantu dalam mendeteksi overheating atau kebocoran panas yang dapat merusak mesin.

Pelatihan Staff Operator

Memberikan pelatihan kepada operator dan personel pemeliharaan untuk mengenali tanda-tanda awal kerusakan dan tindakan yang harus diambil. Pengetahuan yang baik tentang operasi dan pemeliharaan mesin dapat membantu dalam mencegah kerusakan.

Mencegah kerusakan pada mesin rotary perlu komitmen dan konsisten dalam melakukan pemeliharaan sehingga dapat beroperasi dengan baik, dengan begitu produktivitas juga ikut naik.


Layanan Condition Monitoring, Klik Disini >>>


Testindo sebagai perusahaan engineering & monitoring solution menyediakan layanan Condition Monitoring untuk mesin rotary. Jika Anda berminat untuk melakukan pemesanan atau ingin konsultasi terlebih dahulu, silahkan hubungi kami melalui :


Email: sales@testindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *