perkerasan jalan

Testindo Belakangan ini pemerintah Indonesia gencar melakukan pembangunan infrastruktur jalan, mulai dari jalan tol hingga jalan penghubung antar kota. Salah satu tahapan yang paling penting dalam pembuatan jalan yaitu melakukan perkerasan jalan.

Fungsi dari perkerasan jalan ini supaya infrastruktur jalanan menjadi lebih kuat dan beban kendaraan yang melintas bisa disalurkan ke tanah. Sehingga kondisi jalan tetap stabil walaupun dilewati banyak kendaraan setiap harinya.

Perkerasan jalan bukan hanya satu lapis melainkan ada beberapa lapisan yang tersusun mulai dari bawah sampai ke atas, yaitu : 

  • Lapisan tanah dasar (sub grade)
  • Lapisan pondasi bawah (Subbase course)
  • Lapisan Pondasi atas (Base course)
  • Lapisan permukaan (surface course)

Jenis Perkerasan Tanah

Perkerasan dilakukan di semua jenis jalan, baik itu menggunakan beton ataupun aspal. Berdasarkan jenis lapisan tersebut maka perkerasan tanah dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya : 

Perkerasan Lentur (Flexibel Pavement)

Jenis perkerasan ini sering dilakukan untuk jalanan yang menggunakan aspal sebagai pengikat setiap lapisan tanah. Bagian lapisan tanah dasar bisa berasal dari tanah asil yang dipadatkan atau tanah dari lokasi lain yang diambil kemudian dituangkan dan dipadatkan di lokasi pembuatan jalan.

Biasanya pemadatan ini dilakukan hingga ketebalan 30 cm. Setelah tanah dasar menjadi padat, selanjutnya membuat lapisan pondasi bawah agar air hujan tidak terjebak di bagian tanah pondasi dan menahan partikel halus dari tanah agar tidak naik ke lapisan pondasi atas.

Tahap selanjutnya membuat lapisan pondasi atas yang bertujuan untuk menahan gaya lintang dari beban roda kemudian disalurkan ke lapisan yang ada di bawahnya. Setelah itu membuat lapisan permukaan yang kemudian ditutup dengan aspal jalan yang berwarna hitam.

Fungsi dari lapisan permukaan ini untuk menahan gesekan dari ban saat kendaraan melakukan pengereman. Selain itu, lapisan ini juga berfungsi sebagai penahan beban roda kendaraan secara langsung .

Baca Juga :  Pentingnya Pemantauan Perkerasan Jalan di Bandara

Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

Jenis perkerasan ini lebih dikenal dengan sebutan perkerasan jalan beton. Berbeda dengan perkerasan flexibel, pada perkerasan beton bisa langsung menjadi dua lapisan yaitu lapisan pondasi dan lapisan pondasi bawah yang berada di atas lapisan tanah dasar.

Perkerasan ini masih memerlukan lapisan pondasi bawah untuk mengatasi masalah seperti pumping dan mengontrol drainase. Keunggulan perkerasan kaku terletak pada kemampuannya untuk mendistribusikan beban dengan lebih efisien, serta mampu mengatasi deformasi permanen.

Perkerasan Komposit (Composite Pavement)

Jenis perkerasan komposit merupakan perpaduan atau gabungan dari perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Perkerasan beton berperan sebagai lapisan kaku di bawah, sementara lapisan aspal menjadi lapisan lentur di atasny, begitu juga sebaliknya.

Tujuan utama dari perkerasan komposit yaitu membantu mengoptimalkan kemampuan perkerasan dalam menahan beban kendaraan dan mengatasi deformasi.

Pavement Monitoring System

Dalam pemilihan jenisnya ada beberapa faktor penting perlu dipertimbangkan, seperti jenis dan volume lalu lintas, kondisi lingkungan, daya dukung tanah dasar, dan aspek ekonomi.

Selain itu, agar perkerasan jalan dapat bertahan lama dan terhindar dari kerusakan parah maka bisa dilakukan monitoring perkerasan jalan (Pavement Monitoring System). Monitoring ini menggunakan sistem instrumentasi dan juga sensor khusus untuk menganalisa performa perkerasan jalan serta mengidentifikasi jenis kerusakan dan gangguan pada jalan sejak dini.

Layanan Pavement Monitoring System, Klik Disini >>>

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system menyediakan layanan Pavement Monitoring System untuk di jalan tol, jembatan layan, bandara, pelabuhan dan lainnya. Informasi seputar layanan Pavement Monitoring System silahkan menghubungi kami melalui :


Email: sales@testindo.com

 

 

source: ilmutekniksipil.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *