gempa turki

Warga Turki dan Suriah dikagetkan dengan gempa dahsyat dengan kekuatan 7,8 magnitudo (M) pada Senin (6/2/2023). Jumlah korban tewas terus bertambah hampir 5.000 orang dan puluhan ribu orang mengalami luka-luka. Selain itu masih ada beberapa orang yang terjebak di dalam gedung yang roboh.

Ternyata gempa dahsyat ini sudah diprediksi jauh hari oleh peneliti yang bernama Frank Hoogerbeets. Ia memberikan prediksinya melalui cuitan di twitter : 

“Cepat atau lambat akan ada M 7,5 #gempa bumi di wilayah ini (Turki selatan-tengah, Yordania, Suriah, Lebanon). #deprem,” tulis Frank melalui akun Twitter @hogrbe yang dilansir dari Beritasatu.com, Selasa (7/2/2023)

Diketahui Frank Hoogerbeets berprofesi sebagai seismolog dan ilmu bumi dan planet yang bekerja di SSGEOS (Solar System Geometry Survey) semacam lembaga riset pemantauan benda langit dan aktivitas seismografi.

Frank juga menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada para korba gempa di Suriah dan Turki.

Selain Turki dan Suriah, negara lain yang juga terdampak yaitu Lebanon, dan Israel. Kedalaman gempa yang terjadi pada Senin (6/2) pukul 01.17.36 GMT(pukul 08.17.36 WIB) ini mencapai 24,1 kilometer.

Dilansir dari New York Times, setidaknya ada 24 gempa susulan di Turki yang tercatat oleh lembaga pengamatan geologi AS (USGS). Sedangkan untuk pusat gempa berada di sepanjang patahan Anatolia Timur (East Anatolian Fault).

Frank juga menjelaskan bahwa gempa ini mirip dengan yang terjadi pada tahun 115 dan 526 yang didahului dengan geomteri planet yang kritis.

Baca Juga :  Survei Seismik : Penjelasan dan Jenisnya